Rumus Angka 0

Digdayamedia.id | Dikucilkan dengan semua apa yang kita lakukan atau disanjung oleh semua orang dengan 1 keberhasilan? Apakah dari pertanyaan diatas pembaca berasumsi bahwa yang dikucilkan adalah seorang pecundang dan yang disanjung adalah seorang pemenang?
Dalam pembahasan ini mari kita satu persatu uraikan, sama halnya dihargai dengan tidak menghargai hasil dari jeri payah yang dilakukan seorang manusia untuk memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.
Dikucilkan rasanya kata pantas untuk seorang yang saat ini merasakan hal ini, melakukan yang terbaik tetapi tetap salah dalam sudut pandang yang lain, lantas apakah dengan tidak melakukan apa-apa bisa menjadi benar? Jika jawabannya iya maka kita harus mengakui bahwa kita merupakan seorang pecundang, tetapi apakah dengan kita menjawab tidak menjadi seorang pemenang? Tentu saja tidak, karena pemenang hanya sebuah predikat dari orang lain.
Sama halnya ketika kita disanjung oleh beribu orang dengan apa yang kita telah lakukan sampai kita melayang keawan sampai lupa daratan (pribahasanya kaya gitu ya hehe) tetapi apakah dia ditetapkan menjadi pemenang? Jika ada yang bilang iya maka nikmatilah selama yang kalian bisa, tetapi jika kita melakukan kesalahan sekecil apapun maka hilanglah sudah kebanggaan yang pernah kalian ukir.
Jadi jangan berebut penghargaan atau mau diakui menjadi seorang pemenang tetapi jadilah seorang pelajar yang mempercayai segala yang dilaksanakan tidak menyimpang dan tidak saling menjatuhkan maupun merugikan orang lain.
Pesan kali ini
Kembali ke titik nol setelah menyelesaikan suatu tugas dan jangan mengharapkan sesuatu dari manusia, mintalah kepada Allah untuk menyampaikan pesan kita kepada makhluk yang diciptakannya (kutipan pesan direktur pelaksana PT Spectrum Dede Qodrat Al-wajir).
Ags










