Ajaklah Hatimu Bicara

Digdayamedia.id | Sudah banyak orang bicara perihal pahitnya kehidupan. Bahkan tak sedikit yang bercerita sampai berbusa, seakan-akan dia orang paling sengsara di dunia.
Banyak orang ingin hidup senang dan tak mau hidup susah. Tapi tak banyak yang berhasil punya definisi komprehensif tentang susah dan senangnya hidup.
Mereka berjalan tak tentu arah, berlari tapi tak tau kemana, seperti sudah sampai di tujuan tapi ternyata tersesat di persimpangan. Kalau ukurannya adalah materi, orang susah adalah yang sedikit penghasilannya, sedikit hartanya, dan sedikit tabungannya.
Kalau ukurannya adalah hati, orang susah adalah yang banyak serakahnya, banyak sombongnya, dan banyak dengkinya.
Banyak orang sebenarnya hanya ingin bahagia, tapi mati-matian mengejar materi dan lupa pada hati. Padahal susah dan senang itu letaknya di hati.
Tak ada yang salah dari mengejar materi. Yang masalah adalah jika kamu ingin bahagia tapi tak tau caranya. Mengejar tapi tak mengerti apa yang dicari. Sekedar ikut-ikutan atau hanya manut apa kata orang.
Karena bahagia tempatnya di hati, maka ajaklah hatimu bicara. Apa yang diinginkannya, apa yang menenangkannya, apa yang melegakannya. Ada kalanya kamu perlu mengambil jeda, menepi dari kerumunan, dan mendengar kata hati.
Tak apa tertinggal satu putaran. Pencapaian tak selamanya tentang menang kalah. Kebahagiaan tak melulu soal siapa yang lebih dulu mencapai garis finish.
Ajaklah hatimu bicara…
– Ilham










