amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}

Adalah hal yang wajar dan sudah biasa dilakukan.

Guru makan kacang?

Guru juga manusia, dan seperti manusia pada umumnya tentu suka makan kacang.

Guru makan kacang?

Tapi kali ini salah dan menurutku tidak seharusnya guru makan kacang.

Apa yang salah dengan guru makan kacang?

Hari ini aku menemukan suatu hal yang menurutku tidak pantas untuk dilakukan oleh siapapun, terutama seorang guru di dalam kelasnya.

Pada jam terakhir usai istirahat aku memasuki ruang kelas, lantas seperti biasa ku periksa absen kehadiran siswa dan ternyata ada anak yang bolos. Pada jam pelajaran pertama dia hadir namun usai istirahat ini kulihat bangkunya kosong.

“Kemana Ardi anak-anak?” Tanyaku, memastikan.

“Kabur Bu, tadi bawa tas langsung bolos!” Seru sang ketua murid.

Tiba-tiba tanganku merasakan hal yang tidak menyenangkan, dan mataku pun melihat beberapa butir kulit kacang yang berserakan di atas meja dan dikolong meja guru.

Seketika rasa kesalpun muncul, kenapa kelas ini kotor sekali, apakah anak-anak tidak ppiket hari ini. Namun sebelum memarahi betapa berantakan kelas ini aku bertanya kepada ketua kelas, “Apakah petugas piket hari ini tidak menyapu kelas?”

“Sudah bu, kami sudah menyapu kelas pagi-pagi sekali!” Sahut Ica tegas, yang bertugas piket hari itu.

“Lalu kenapa meja guru dan ini lihat masih berantakan ada sampah kacang?”

“Oh itu bekas pak guru tadi Bu!” Jawab ketua murid.

“Iya Bu, tadi Pak Guru makan kacang dimeja itu!” Timpal Ica.

“Ooh jadi Pak Guru makan kacang?” Tanyaku lirih, itu adalah pertanyaan untuk diriku sendiri. Rasa kesal semakin bertubi kurasakan, namun bukan lagi kepada para murid namun kepada oknum guru yang sudah makan kacang di kelas. Bagiku itu tidak sepatutnya dilakukan oleh siapapun terutama guru. Selama ini aku selalu meminta anak-anak untuk menghabiskan makanan atau jajanan mereka sebelum belajar atau menyimpan dahulu makanan tersebut pada jam pelajaran.

Daripada makan kacang didalam kelas dan membuat kulitnya berserakan, bukankah akan lebih bijak apabila guru tersebut membawa kacang itu ke kantin sekolah atau makan kacang sendiri sepuasnya di mejanya di ruang guru agar tidak terlihat oleh murid betapa berantakan ulahnya.

Aku jadi merasa malu sebagai guru kepada para siswa mendapati ada oknum guru yang lebih senior dariku berbuat demikian. Sangat wajar apabila guru tersebut menerima teguran atau sekedar peringatan, karena jelas-jelas itu dapat memberi contoh buruk kepada siswa. Karena guru itu di gugu dan di tiru, sikap dan perbuatan guru dilihat dan dinilai oleh para murid bahkan oleh masyarakat pada umumnya.

Mengutip ucapan salah seorang instruktur pelatihan guru : “Ada beberapa type guru dengan kategori Betul, yaitu betul-betul guru, kebetulan guru dan guru yang harus selalu dibetulkan. Betul-betul guru adalah guru yang sejak awal sudah bercita-cita ingin menjadi guru dan kemudian menempuh pendidikan keguruan hingga akhirnya menjadi guru. Sedangkan type kebetulan guru adalah guru yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi guru sejak awal, atau guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan guru, namun menjadi guru karena hal-hal tertentu. Type guru ini cukup ekstrem namun tidak kalah ekstrem juga type guru yang ketiga yaitu guru yang selalu harus dibetul-betulkan.

Nampaknya bapak guru inilah contoh guru yang harus dibetulkan, jika tidak segera dibetulkan bisa-bisa guru tersebut membawa kesesatan kepada para murid dan merusak citra guru umumnya.

Semoga dengan tulisan singkat ini kita semua dapat memetik hikmah dan pelajaran, bahwa kita harus selalu mawas diri. Selain para malaikat yang mencatat baik buruk tindakan kita, ada manusia-manusia lain juga disekitar kita yang menilai kelayakan sikap dan perbuatan kita.

Biodata Penulis :

Khumayra Nur Aini, menulis sejak dibangku SLTP. Wanita kelahiran 2 Februari dengan bintang Aquarius yang tinggal di sebuah desa kecil di kaki Gunung Karang. Pernah menjadi angggota FLP (Forum Lingkar Pena) Pandeglang dan juara 1 menulis Cerpen 2007. Sakti wibowo dan Asma Nadia adalah penulis idolanya.

Menebar kebaikan adalah visi menulisnya.

admin

Recent Posts

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 minggu ago

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

2 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

3 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

3 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

4 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

1 bulan ago