amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
ASPIRASI KITA

Kakimu Bukan Akar, Melangkahlah

Digdayamedia.id | “Orang-orang seperti kita, tidak pantas mati di tempat tidur,” ucap Soe Hok Gie suatu ketika. Benar saja, aktivis tersebut tidur dalam keabadian di Gunung Semeru. Dan sungguh, hidup penuh bahaya seperti Soe Hok Gie, atau Christhoper McCandless, jauh lebih baik dari pada hidup aman tapi terbelenggu dalam penjara kota.

 

Ya, kita dipenjara. Tak percaya? Baiklah. Kau bisa saja pergi untuk mengejar impianmu sekarang juga; detik ini juga. Tapi, dirimu malah memilih untuk berbaring di kamarmu yang hangat, membaca tulisan ini dalam kenyamananmu. Kau lupa bahwa di luar sana ada petualangan yang menantimu untuk menjadi manusia; untuk membuatmu sadar bahwa dirimu bukan mesin yang mesti sekolah, kuliah, lalu mati, tanpa pernah mengerti kenapa kau dikirim ke muka bumi.

 

Kita menjadi pegawai teladan di kantor, tapi tidak memertanyakan kenapa harus menjilat dan memperkaya bos kita. Kita pintar menghafal di sekolah dan selalu dapat rangking, tapi lupa memahami pelajaran yang kita dapatkan.

 

Kita merasa diri kita canggih dengan gadget yang serba bisa, tapi tidak sadar bahwa “canggih” dengan “malas” itu beda tipis. Kita dicuci otak agar menghamba pada uang, tapi tidak melihat gambran besarnya bahwa uang hanyalah alat, bukan tujuan.

 

Kita didoktrin untuk menjadi mahluk egosentris, sampai-sampai tidak lagi memiliki hati nurani untuk menolong sesama manusia yang tertindas. Kita di program untuk lupa bahwa di balik air bersih botolan dan makanan sehat awetan, selalu ada limbah dan asap pabrik yang mengotori lingkungan.

Dan di balik obat-obatan, selalu ada korporasi yang ingin tubuh kita ketergantungan zat kimia.

 

Kita senang sekali diam di tempat yang menurut kita paling nyaman, dan berhenti di titik di dimana segalanya terasa begitu enak. Kita berkata “Untuk apa pindah ke tempat lain? Sudah cape-cape aku berusaha posisi yang sekarang. Untuk apa mempelajari hal baru? Yang penting aku bisa makan besok!”

 

Ayolah, bangun dari tidur lelapmu, kau tidak akan ada di tempat kerjamu beberapa belas tahun lagi. Kau tidak akan ada di muka bumi beberapa puluh tahun lagu. Akan selalu ada orang yang lebih baik untuk menggantikanmu.

 

Namun alam raya akan tetap menyajikan keindahannya sampai kapan pun, menunggu untuk kau nikmati. Yakin, kau masih betah berdiam di kamarmu? Yakin, kau tak mu melakukan petualangan? Yakin, kau tak merasa bahwa dirimu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar?

 

Atau begini saja mudahnya, apa pun yang kau lakukan pastikan hidupmu berarti.

 

-ilham

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 hari ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

4 hari ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

5 hari ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

7 hari ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

1 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 minggu ago