Kota Serang Dapat Bantuan Pengelolaan Limbah

Serang,- Sebanyak sembilan kelurahan di Kota Serang mendapatkan program pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) yang disalurkan kepada masyarakay melalui Pemkot Serang.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Serang Iwan Sunardi mengungkapkan, sembilan kelurahan yang mendapatkan bantuan SPALD-T tersebut tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kota Serang.
“Di Kecamatan Curug Kelurahan Kemanisan dan Sukawana, Kecamatan Walantaka di Kelurahan Pasuluhan dan Cigoong, Kecamatan Taktakan hanya di kelurahan Umbul Tengah dan untuk Kecamatan Kasemen itu paling banyak yakni di empat kelurahan diantarannya Kelurahan Kilasah, Kasunyatan, Masjid Priyai dan Kelurahan Terumbu,” ujarnya, usai menghadiri acara peresmian SPALD-T dan Sanimas di Kampung Kemanisan Masjid, Kelurahan Sukawan, Kecamatan Curug, Senin (2/3/2020).
Iwan mengatakan, per titik lokasi pembuatan SPALD-T, pemerintah pusat memberikan bantuan senilai 425 juta dan langusng diterjunkan kepada masyarakat.
“Anggaran ini langsung terjun ke masyarakat, bukan kepada kami. Totalnya Rp 425 juta untuk satu lokasi, dan perkiraan yang sudah mendapatkan bantuan sekitar 30 lebih kelurahan,” tuturnya.
Iwan mengungkapkan, program tersebut dilaksanakan setiap tahunnya untuk mendorong masyarakay agar dapat membangun Jambannya sendiri.
“Intinya dalam program ini adalah untuk melatih masyarakat mandiri dan bisa membangun jamban sendiri. Program ini pun dilakukan setiap tahun dan akan terus dilakukan agar masyarakat terdorong,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, SPALD-T tersebut difungsikan untuk menampung tinja yanh berasal dari rumah-rumah warga yang ada di dekat wilayah tersebut.
“Jadi satu SPALD-T ini bisa menampung lebih dari 50 rumah, dan terpusat pada satu tempat ini,” katanya.
Menurut Syafrudin, di Kota Serang sendiri, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki jamban. Oleh karena itu, dengan adanya program tersebut diharapkan dapat menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Ini juga salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar memiliki jamban di rumahnya masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Syafrudin meminta kepada masyarakat untuk membuat jamban di rumahnya agar terhindar dari berbagai penyakit. “Masa membangun rumah bisa, tapi membuat jamban tidak bisa. Tentu masyarakat harus membuat jamban nanti, jangan hanya menunggu dari pemerintah saja,” tandasnya.






