amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat mogok lantaran memaksa menerobos banjir di Pasar Induk RAU. Kendaraan tersebut akhirnya harus di dorong oleh pemilik lantaran mencoba menerobos genangan air setinggi kurang lebih 50 CM. Tak hanya itu, pedagang buah yang biasa berjualan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat mobil angkutan umum terperangkap di tengah genangan banjir. Sang sopir kemudian memutuskan untuk turun dan mendorong kendaraannya.
Sopir angkot, Damiri mengatakan jika telah terperangkap banjir selama kurang lebih 30 menit. “Tadi pas kejadian didepannya ada mobil, jadi ke cebor mesinnya kemasukan air. Sudah dari setengah jam yang lalu mogoknya,” katanya, Selasa (14/9/2021).
Saat kejadian lanjut Damiri, dirinya akan mengangkut penumpang dari terminal Pakupatan menuju pasar induk Rau. Namun saat menembus genangan, kendaraannya pun kemasukan air dan akhirnya mogok. “Penumpang dialihkan ke mobil yang lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar pemerintah segera memperbaiki drainase yang ada dan jalan yang sering tergenang banjir untuk ditinggikan.
“Karena disini kan langganan banjir, kita berharap agar jalanan yang sebelah sana di tinggikan agar tidak kebanjiran lagi,” pungkasnya.
Salah seorang pedagang Semangka di Pasar Induk Rau, Jasmani mengaku, banjir mulanya muncul sejak jam 02.00. Ia pun mengaku tidak bisa tidur lantaran mengevakuasi barang dagangannya.
“Bahkan ada buah semangka yang harus terbawa banjir,” katanya.
Saat banjir, lanjut Jasmani, kiosnya pun harus terendam banjir kurang lebih hingga 10 CM. Hal itu membuat barang dagangan yang ia jual membusuk. “Yang terendam pada busuk bang. Jadi engga bisa dijual, paling nanti di buang,” imbuhnya.
Akibat kejadian itu, ia mengaku rugi jutaan rupiah lantaran semangka yang dijualnya banyak yang busuk. “Yang ga terpakai kurang lebih 4 kintal, kalau di uangkan sekitar 2 juta rupiah totalnya,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Jasmani (47) pedagang buah semangka di PIR mengatakan, luas lapaknya yang terbatas membuat barang dagangannya terpaksa disimpan di pinggir jalan.
“Semangka yang di pinggir jalan itu saya tutupi dengan terpal. Tapi pas semalem sekitar jam 02.00 malam hujan, itu ternyata hanyut terbawa banjir,” ujarnya.
Atas kejadian itu, lanjut Jasmani, ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah. Mengingat kalaupun diselamatkan, tetap saja buahnya akan busuk dan tidak bisa dijual lagi.
“Kerugiannya sekitar Rp 18 juta. Tapi namanya banjir kaya gini, mau gimana lagi. Sudah cuacanya gini. Sebagian sudah dipindah ke atas, tapi ada juga yang kebawa banjir,” katanya.
Jasmani mengaku sejak semalam ia sudah mencoba menyelamatkan buah dagangannya sebisa mungkin meskipun tidak ada tempat untuk menampung lagi.
“Sejak semalam saya sendiri yang mindah-mindahin buah-buahan ke atas, tapi hanya sedikit karena tidak ada tempat lagi,” ucapnya.
Selain Jasmani, dampak banjir juga dirasakan oleh sopir angkot jurusan Rau, Damiri (50). Damiri yang mau mengambil penumpang di Rau itu terjebak banjir dan tak lama lagi mogok karena kapan mesinnya masuk air.
“Di daerah sini emang sudah menjadi langganan banjir, bahkan setiap hujan lebat pasti banjir,” katanya.
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…