Pemkot Serang Dinilai Lamban Ambil Keputusan Soal ‘Impor Sampah’

SERANG,- DPRD Kota Serang menilai Pemkot Serang lamban melakukan koordinasi terkait rencana kerjasama pengolahan sampah dengan Pemkot Tangsel. Akibatnya, beberapa usulan dewan berdasarkan hasil kajian ditolak lantaran APBD Pemkot tangsel yang telah diketuk palu.
Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, tidak bisa masuknya hasil kajian dari DPRD Kota Serang lantaran Pemkot Serang lambat dalam bertindak, khususnya dalam berkoordinasi dengan DPRD.
“Mestinya kan di Tangerang mulai mengkaji, di kita juga mengkaji. Tapi Pemkot malah terkesan jalan sendiri. Mereka dalam membuat MoU pun tidak ada koordinasi dengan kami. Katanya mah mengundang, cuma ke saya sendiri tidak ada surat undangannya,” katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (19/4/2021).
Menurut Budi, hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Serang agar tidak terjadi hal-hal yang seperti itu. Karena, kejadian tersebut justru malah menjadi kerugian bagi Kota Serang dalam kerja sama yang dilakukan.
“Kami ingin Pemkot Serang, Walikota, Wakil Walikota dan Sekda itu bisa jalin koordinasi yang baik dengan kami. Jangan mau jalan sendiri saja. Terutama Sekda, karena di sini Sekda sangat berperan penting dalam pelaksanaan kerja sama,” tegasnya.
Budi menjelaskan, terdapat sejumlah usulan dewan yang terpaksa harus ditolak lantaran APBD Tangsel yang telah disahkan. Pertama terkait dengan penambahan biaya pengelolaan sampah yang semula Rp175 ribu menjadi Rp200 ribu dan pengadaan kompensasi arus balik sebesar Rp15 ribu per ritasi. “Untuk tahun ini tidak bisa, karena anggaran di Tangsel sudah diketok, sudah disahkan,” imbuhnnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap menyetujui rencana kerja sama impor sampah antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel. Namun persetujuan itu dengan sebuah catatan.
“Catatannya adalah Pemkot Serang harus menjalankan hasil kajian dari Komisi III pada tahun selanjutnya. Karena memang di tahun ini beberapa hasil kajian seperti kenaikan biaya pengelolaan sampah itu tidak bisa karena Tangsel sudah paripurna,” tandasnya. (Arr)






