Produksi Beras di Banten Tak Sampai 1 Juta Ton

SERANG – Produksi beras di Banten pada 2020 sebanyak 1.655.170 ton gabah kering giling atau setara 937.815 ton beras. Pemprov Banten mengaku terus menggenjot pertanian dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga beras.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, beberapa langkah teknis akan dilakukan mulai dari penggunaan varietas Ciherang, Inpari 32 dan Inpari 42. Kemudian keragaman teknologi pemupukan berimbang, serta penggunaan agensia hayati pada pengendalian hama terpadu.
“Strategi ini mampu meningkatkan produktivitas dari 48,95 ku/ha menjadi 50,50 ku/ha. Langkah strategis selanjutnya Dinas Pertanian Provinsi Banten akan terus meningkatkan inovasi keragaman teknologi produksi padi” kata Agus, Kamis (25/3/2021).
Agus mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya mengoptimalkan produktivitas pertanian agar bisa mencapai 52,5 ku/ha. “Proyeksi ke depan Provinsi Banten memiliki target rata-rata produktivitas bisa mencapai 52,50 ku/ha,” harap Agus.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan, pada situasi seperti ini Kekuatan sektor pertanian sangat diandalkan untuk memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok.
“Kita sedang menghadapi wabah yang merata di seluruh negeri dan berdampak juga di Provinsi Banten. Namun, semua akan tetap bergulir dengan baik apabila kita dapat memastikan ketersediaan pangan dan bahan pokok. Sehingga perdagangan tetap berputar dengan stabil, tidak ada kenaikan harga atau kelangkaan stok,” kata Gubernur. (red)









