amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Oleh: Dede Qodrat Alwajir
Umur kita semakin tua, tubuh kita semakin lemah, siapa yang akan menjamin nasib kita di masa depan? apalagi memasrahkannya kepada takdir dengan tidak melakukan apa-apa adalah bentuk pasrah yang tak sepadan. Hari esok adalah misteri yang penuh dengan pertanyaan, jawabannya adalah keputusan-keputusan hidup yang kita lakukan sewaktu muda. Semua keputusan itu ada di tangan kita sendiri. Saat ini, bukan nanti.
Pertanyaannya beranikah kita mendefinisikan posisi finansial saat ini. Berani jujur bahwa kita masih miskin. Sehingga kita tidak bisa bersantai dengan waktu luang. Apalagi bersifat konsumtif dengan bersenang-senang sesaat. Siapapun bisa mencapai kebebasan finansial. Dan kebebasan finansial memiliki definisi yaitu mampu bertahan beberapa hari dengan kekayaan yang dimiliki. Jika setelah dihitung anda hanya bertahan satu bulan, berarti sisa hidup setelahnya kita semua masih berstatus miskin.
Miskin sangat erat kaitannya dengan tidak memiliki sumber daya. Sumber daya itu bisa disebut relasi, usaha, pekerjaan dan kepercayaan. Keempat hal ini berhubungan dengan uang. Jadi kita harus mengerti rumusan bagaimana uang bekerja. Bagaimana penghasilan didapatkan dengan mudah. Menggandakan kesempatan agar penghasilan didapat tidak hanya dari satu sumber. Dan semua itu hanya soal gagasan yang berani kita kerjakan. Apa makna punya gagasan jika tak konsisten mewujudkannya. Alasan kita hidup adalah mewujudkan gagasan-gagasan itu menjadi peluang agar sumber daya yang dimaksud diatas bisa kita jalankan terus menerus.
Salah satu cara yang paling inti adalah menjaga relasi dengan siapapun tanpa terkecuali. Memberikan terbaik semampu yang anda bisa. Menjaga kepercayaan dengan penuh loyalitas. Karena saat kita miskin yang kita punya sebagai alat transaksi adalah waktu. Investasikan waktu kita sebaik mungkin pada pekerjaan yang kita miliki sekarang. Pada orang yang anda percayai. Dalam waktu yang anda miliki berikan pelayanan terbaik. Itulah investasi yang terbaik yang dapat kita lakukan saat ini.
Bisakah kita membayangkan, saat tidak lagi dipusingkan dengan bandrol harga baju saat belanja di mall. Bebas bepergian keliling dunia. Atau ingin makan enak di restoran mewah dengan tidak lagi khawatir struk yang disodorkan kasir ketika membayar tagihan. Semua jawaban dari kekhawatiran kita adalah menyiapkan hari esok kita dengan berinvestasi. Agar nantinya hidup kita tidak besar pasak dari pada tiang. Berusaha terus hemat, menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Dan jangan lupa asuransi yang paling direkomendasikan adalah banyak-banyak bersedekah. Agar rizki kita berlipat-lipat dan menjadi berkah.
Tidak usah memulai dengan cara yang rumit, lakukan hal yang sederhana. Seperti mengumpulkan uang koin pecahan Seratus Rupiah sampai dengan seribu rupiah sisa bertransaksi. Yang kita anggap tak berharga ternyata jika kita konsisten mengumpulkannya nilainya tidak bisa diremehkan. Penulis sendiri sudah pernah mencobanya dua kali dalam kurun waktu dua tahun. Uang recehan itu jika dikumpulkan satu tahun bisa mencapai Empat Ratus Ribu sampai Tujuh Ratus Ribu Rupiah. Satu hal yang tidak disangka sebelumnya. Selanjutnya bertahap meningkat ke langkah yang lebih besar.
Perlu perjuangan untuk meninggalkan kebiasaan konsumtif yang bersandar pada filosifi hanya senang hari ini. Sekali lagi, esok adalah misteri, persiapkan sebaik mungkin. Karena tidak ada lagi kata nanti. Yang ada adalah hari ini. Berusalah sebaik mungkin.
Penulis adalah Direktur Spectrum Data Indonesia
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…