Warga Kota Serang Berbondong-Bondong ke Kuburan

SERANG,- Menjelang bulan suci ramadhan sejumlah Tempat Pemakaman Umum di Kota Serang dipenuhi oleh para peziarah. Mereka menjalankan tradisi nyekar atau ziarah kubur sanak saudara yang telah tiada.
Ustad di Kecamatan Serang, Mursidi mengungkapkan, tradisi nyekar rutin dilaksanakan oleh warga di Kota Serang setiap menjelang Ramadhan dan setelah bulan Ramadhan. “Biasanya umat islam sebelum puasa dan setelah puasa biasanya pada nyekar. Ini memang memang sudah menjadi tradisi yang tidak bisa kita hilangkan,” katanya saat ditemui di TPU Kedalingan, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Jum’at (9/4/2021)
Mursidi mengatakan, di TPU Kedalingan sendiri, hari ini telah mulai dipadati oleh masyarakat sejak ba’da Jum’at. Biasanya itu akan berlangsung hingga h-2 bulan Ramadhan. “Mulai hari ini badan jumat sudah ramai. Insya Allah puncaknya nanti hari minggu, biasanya 2 sampai 3 hari sebelum puasa itu ramainya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, nyekar memiliki makna yang dalam bagi umat muslim di Kota Serang. Selain mendoakan sanak saudara yang telah tiada, nyekar juga dapat mengingatkan kepada kematian. “Ini bagus untuk mengingatkan kita pada kematian. Jadi antara amal dunia dengan amal akherat kalau bisa harus sepadan. Jangan dunia saja yang dikejar, akheratnya tidak,” katanya.
Aisyah, salah seorang peziarah di TPU Kedalingan mengaku, dirinya rutin setiap tahun menjalankan tradisi nyekar bersama keluarga besar. “Makanya ialah mengingat yang sudah tiada dan memberikan doa terutama untuk kedua orang tua saya, adik saya dan kerabat yang telah tiada,” jelasnya. (Arr)







