amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Oleh: Dede Qodrat Alwajir
Kata-kata yang sangat menginspirasi disampaikan oleh Peter Thiel dalam pengantar bukunya yang berjudul Zero to One. Peter Thiel dengan yakin menyampaikan pandangannya. “Setiap momen dalam bisnis hanya terjadi dalam satu kali. Penerus Bill Gates tidak akan membuat sistem operasi. Penerus Larry Page atau Sergey Brin tidak akan membuat mesin pencari. Dan penerus Mark Zuckerberg tidak akan menciptakan jejaring sosial. Jika anda meniru tokoh-tokoh itu, anda tidak akan memetik pelajaran dari mereka.”
Mendirikan perusahaan baru tidaklah mudah. Itu berarti anda bergerak dari angka nol ke satu. Perusahaan rintisan perlu memiliki sekelompok kecil orang yang percaya akan visi ke depan, nir kepentingan pribadi. Tidak mudah, ditengah kebutuhan setiap orang untuk hidup sehari-hari sedang menghimpit. Hanya orang-orang yang paham akan visi masa depan yang akan bertahan. Mereka yang gampang patah dengan asumsi, akan menghilang dengan sendirinya.
Jika anda ingin menggugat orang yang sedang merintis usahanya dengan hitam di atas putih, cobalah berpikir terbalik, bagaimana jika yang mendirikan dan merintis usahanya itu adalah anda sendiri. Yang anda gugat adalah surat perjanjian hitam di atas putih antara anda dan perintis usaha. Sedangkan anda belum memiliki kualifikasi kompetensi yang dibutuhkan. Harapan anda sepertinya jauh panggang dari api.
Apa yang anda sumbangkan, jika hanya pikiran dan tenaga?, orang lain juga punya. Lalu apakah anda menginginkan pikiran dan tenaga anda dinilai lalu diuangkan?. Pertanyaaannya, apakah ketika anda sedang terlibat dalam rintisan usaha kamu diberikan gaji. Jika anda diberikan gaji lalu diberikan persentase kepemilikan saham, berarti gugatan dan asumsi anda tak berarti apa-apa. Jangan-jangan pikiran anda sendiri yang salah.
Merintis setahap demi setahap usaha yang anda bangun adalah membeli adrenalin yang tak berkesudahan. Darah anda akan dipompa sangat kencang oleh jantung. Pikiran anda selalu ditantang untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mendasar. Pikiran anda akan selalu dipenuhi ratusan masalah yang harus dipecahkan satu persatu. Itulah kenikmatan yang tidak ternilai. Saat ketidakpastian selalu menghinggapi kita saat tidur. Besok saat bangun pagi, anda selalu akan dihinggapi pertanyaan harus melakukan apa, anda sendiri tidak tahu. Dan Itulah kondisi tahun-tahun pertama anda mendirikan perusahaan.
Mendirikan perusahaan adalah langkah nyata untuk bangun dari mimpi-mimpi yang membuai. Dimana kita mulai sadar bahwa untuk bisa bersaing di dunia usaha kita membutuhkan tenaga dan usaha lebih. Bahkan kualifikasi yang tepat sesuai standar hukum juga berlaku. Namun, membuat perusahaan merupakan jalan yang panjang dan membutuhkan ketekunan karena banyak hal-hal detil yang harus diselesaikan. Jika anda hanya memikirkan satu bisnis. Seketika anda akan langsung terpental dari bisnis yang akan anda tekuni. Anda perlu membangun ekosistem yang saling berkaitan.
Anda perlu membangun keseimbangan baru dalam bisnis yang akan anda kuasai. Sebab, jika anda hanya terfokus pada satu hal anda akan tertelan oleh kelompok bisnis yang lain yang sudah memulai usahanya mendahului perusahaan yang anda buat. Meski belum mendapatkan apa-apa dari bisnis yang anda bangun. Percayalah, jika anda membangun ekosistem bisnis, kelelahan yang anda rasakan saat ini akan terbayar dengan keberhasilan di masa depan.
Seperti apa definisi ekosistem bisnis? Tentu tidak mudah menjelaskannya sebelum anda terlibat dalam mendirikan perusahaan rintisan. Yang pasti, yang dimaksud ekosistem adalah rantai pasok yang saling berkaitan antara bisnis satu dengan yang lain. Jika anda mendirikan perusahaan konsultan, anda akan membutuhkan perusahaan media.
Jika anda punya media anda perlu membangun organisasi nirlaba untuk mendukung gerakan sosial yang anda miliki. Jika anda memiliki ketiganya, anda juga perlu membangun usaha dibidang pengadaan barang dan jasa. Jadi, setiap perusahaan saling berkaitan dan saling mendukung. Perusahaan rintisan akan bertahan, dengan inovasi baru yang diciptakan dalam ekosistem yang mereka bangun sendiri. Jangan berhenti, anda mampu mencapainya.
Penulis, Direktur Spectrum Data Indonesia
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…