Optimisme Tanpa Usaha Hanya Angan-angan

Oleh: Anggi
Keseimbangan dalam hidup itu suatu keharusan, optimisme tanpa usaha hanyalah angan-angan saja, pun usaha tanpa optimisme juga bisa menimbulkan pesimisme, apalagi usaha ditengah-tengah Vandemi Covid-19 seperti sekarang ini rasanya seperti serba salah, dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diajari dengan semua kejadiannya yang tidak terduga entah itu baik atau buruk sekalipun, yang pasti hidup tidak pernah lepas dari permasalahan-permasalahan hidup.
Pro dan kontra pasti selalu kita temukan dalam bersosialisasi atau bahkan didalam keluarga, tidak lepas dari itu semua kita selalu dihadapkan dengan masalah-masalah yang tidak pernah kita harapkan malah datang menerpa kita, entah itu masalah finansial ataupun non finansial, dari itu semua kita diajarkan untuk selalu introspeksi diri, hakikatnya manusia adalah makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Manusia yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya, yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati, kita yakin dan percaya bahwasanya di setiap masalah yang menerpa kita pasti ada hikmahnya.
Tidak sedikit orang yang yang memiliki masalah yang tersa sangat berat bahkan merasa seperti ingin menyerah tetapi karna masalah tersebut tidak sedikit orang juga yang merasakan kasih sayang Allah SWT.
Seperti sang ayah bangun pagi tidak peduli dengan segala resiko-resiko yang akan menerpanya bergegas mencari nafkah untuk anak dan istrinya, bergerak mengikuti pola matahari sampai pada akhirnya waktu pulang tiba (sore hari atau malam hari) berharap mendapatkan rezeki yang halal untuk keluarganya.
“Seandainya kalian betul-betul bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Sahih)
Penulis adalah Kru Digdaya Mediatama










