Konflik Rusia-Ukraina, 198 Tewas dan 100 Ribu Orang Mengungsi

Sebanyak 198 orang menjadi korban jiwa dampak konflik panas antara Rusia dan Ukraina, 33 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, lebih dari 100 ribu warga Ukraina telah meninggalkan negaranya untuk menyelamatkan diri.
Merilis dari The Guardian, sebagaimana dikutip dari kantor berita Interfax, tiga anak termasuk di antara mereka ikut menjadi korban tewas. Selain itu, terdapat 1.115 orang ikut terluka termasuk 33 anak.
Namun demikian, hingga saat ini Reuters mengatakan tidak jelas apakah jumlah korban ini hanya masyarakat sipil atau termasuk prajurit tentara Ukraina.
Perseteruan ini telah terhitung sudah tiga hari sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan perintah operasi militer di wilayah Donbas yang terletak di timur Ukraina pada Kamis (24/2) pagi lalu
Hari ini, Ukraina dilaporkan telah meledakkan sejumlah jembatan menuju Kyiv dalam upaya untuk mencegah pasukan Rusia menyusup ke Ibu Kota. Jembatan yang diledakkan menghubungkan Kyiv dengan Crimea yang telah dikuasai militer Rusia.
Pada pukul 11 pagi waktu setempat, jembatan tersebut diselimuti asap dari rumput di sekitarnya yang terbakar. Laporan Associated Press juga menyebut tengah terjadi pertempuran di jalanan Kyiv ketika pasukan Rusia mendekati kota itu.
Sementara itu, menurut laporan CNN International, suara tembakan juga terdengar jelas di sekitar Kota Kherson, Ukraina, sejak pukul 8 pagi.
Amerika Serikat dan sekutu Eropanya telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Meski demikian, Moskow membantah bahwa mereka menargetkan warga sipil dan hanya menyerang markas militer.
Dalam sebuah pernyataan resmi, pimpinan tinggi Militer Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov menegaskan bahwa misil dan rudal yang diluncurkan negara itu secara ekslusif menuju objek militer.
“Saya tekankan sekali lagi bahwa tembakan hanya ditujukan pada objek infrastruktur militer Angkatan Bersenjata Ukraina, tidak termasuk kerusakan pada infrastruktur perumahan dan sosial,” ujarnya sebagaimana dikutip CNN International, Sabtu (26/2/2022). (red)









