Kenapa Bahagia Identik dengan Kata Berbunga-Bunga?

Digdayamedia.id | Pada tau gak sih kenapa bahagia itu kerap disandingkan dengan kata berbunga-bunga? Apalagi dikalangan anak muda yang sedang jatuh cinta, kita sering kali mendengar celotehan “cieee yang sedang berbunga-bunga”.
Hemm, padahal kita sering mengucapkannya kan? tapi kita tidak pernah tau alasannya kenapa? Nah begini alasannya, menurut pakar bahasa, bunga itu diidentifikasi kepada sesuatu yang mekar dan memiliki makna sesuatu yang berkembang, menunjukkan keindahan dan sesuatu yang menenangkan.
Naah, keindahan itulah yang diidentikkan dengan hati yang sedang senang, hati yang mendapat suatu keberuntungan, dan kemudian dianalogikan kepada bunga, sehingga muncullah ungkapan hatinya sedang berbunga-bunga.
Makanya bunga selalu dijadikan media untuk menyampaikan perasaan atau memberikan ucapan selamat kepada kerabat atau teman yang sedang berbahagia. Selain itu bunga juga bisa menjadi cara berkomunikasi non-verbal yang baik loh dalam suatu hubungan.
Dibalik banyaknya manfaat bunga, sebenarnya mengapa bunga bisa membuat seseorang merasa bahagia?
Studi mengenai korelasi bunga dengan kebahagiaan seseorang yang pertama datang dari penelitian dua profesor yakni Jeannette Haviland-Jones dan suaminya, Terry Mc Guire yang berasal dari jurusan Kesenian dan Pengetahuan Alam di Rutgers University.
Mereka menemukan bahwa orang-orang yang menerima bunga cenderung menjadi lebih hangat dan lekat dengan sosok pemberinya. setiap orang yang mendapatkan bunga diketahui akan menunjukkan kebahagiaan yang tulus. hal tersebut diukur dengan senyuman yang melibatkan mulut, pipi dan mata. Hal ini dikarenakan bunga memiliki warna-warni dan aroma yang mampu membuat perasaan tenang.
Selain penelitian dari Rutgers University, penelitian lainnya menemukan bahwa efek bunga tidak hanya berlaku ketika seseorang menerima dan memberikan bunga saja. dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti psikologi klinis dari Harvard University ditemukan bahwa kebahagiaan juga bisa datang saat seseorang hidup bersama bunga .
Hal tersebut didapatkan saat pemimpin penelitian Nancy Etcoff dalam penelitian yang dinamakan Home Ecology Of Flowers Study mengamati perubahan perilaku 250 responden yang terdiri dari perempuan dan laki-laki sebelum dan setelah rumah mereka dihiasi bunga meja segar selama sebulan.
Hasilnya setelah rumah dihiasi bunga meja di sisi manapun, paling tidak seminggu, para responden melaporkan berkurangnya rasa stres, menjadi lebih ramah, meningkatkan energi dalam bekerja dan pada minggu terakhir responden cenderung merasa bahagia dan lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Dari kedua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga sangat bermanfaat karena mampu meningkatkan suasana hati seseorang ke arah yang lebih positif. Karena keindahan dari bunga mampu membuat perasaan lebih baik.
(MI)










