Rahasia Kesuksesan Sang Panglima Perang

Rahasia Kesuksesan Sang Panglima Perang
_Oleh: Muhamad Bin Syam Ola_
Sejarah mencatat bahwa Islam menaklukan Eropa, dipimpin oleh seorang pemuda yang sangat saleh berusia 21 Tahun, Muhammad Al-Fatih. Kesuksesan hidup yang ia raih, dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Al-Fatih berkat kesalehan, keberanian dan kemuliaan akhlaknya.
Ia menjabat sebagai Jenderal memimpin laskar Islam menaklukan benteng terkuat Imperium Byzantium, Konstantinopel. Kota ini diubahnya menjadi Kota yang sekarang kita kenal dengan sebutan Istanbul. Dari sini ia menebarkan kasih sayang Islam di bumi Eropa.
Jika para pembaca bertanya siapakah yang berjasa sehingga kini benih Islam tumbuh di jantung Eropa? jawabannya, sejarah tak pernah melupakan jasa-jasa orang Turki yang gagah berani, diantaranya Muhammad Al-Fatih yang berusia 21 Tahun. Apa rahasia dibalik kesuksesannya? ternyata rahasianya ia sangat kuat menjalankan Qiyamul Layl, yaitu Tahajud. Bukankan Rasulullah SAW mengakan Shalat Tahajut seoanjang malam? Shalat Tahajut merupakan kewajiban yang tak bias beliau tinggalkan dalam setiap perjuangannya.
Apakah benar Muhammad Al-Fatih sudah melakukan tindakan besar yang mengubah sejarah peradaban duina? Ya, dalam sejarah hal ini tidak aneh. Bukankan Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Usamah juga menjadi panglima perang dalam usia 18 Tahun? Sementara yang menjadi prajuritnya adalah Umar bin Khattab sahabat besar Rasulullah SAW. Ini menunjukan betapa kualitas keimanan dan kekuatan rohani Usamah menjadi salah satu ukuran yang dipertimbangkan Rasulullah SAW.
Sang Pedang Malam, orang Asia bernama Muhammad Al-Fatih merontokan super power Romawi pada Tahun 1453 dengan cara yang agak unik. Ia ahli Sholat malam (Tahajud), ahli Qiyam Layl. Ia selalu kontak dengan energi terbesar di alam semesta ini, Allah SWT. Sejak kecil Muhammad Al-Fatih dididik oleh seorang Wali. Ia tumbuh menjadi remaja yang memiliki kepribadian unggul dan menjadi Sultan di usia 19 Tahun menggantikan sang ayah.
Bagaimana sifat Muhammad Al-Fatih sehingga ia mampu memetik keberhasilan dalam hidupnya dengan sangat efektif, merebut benteng konstantinopel yang kokoh itu. Karakternya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri yang luar biasa.
Ia sangat tegas terhadap musuh, namun lembut kalbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al-Fatih sangat unik, ia selalu berkeliling dimalam hari untuk memeriksa kondisi teman, dan rakyatnya. Sengaja ia keliling untuk memastikan agar rakyat dan kawan-kawannya menegakkan Sholat malam.
Hikmah dari kisah itu, Tahajud memang Shalat Sunnah pilihan yang memiliki Mukjizat yang luar biasa, salah satu diantaranya ialah yang difirmankan dalam Al-Qur’an sendiri, pelakunya akan ditempatkan pada maqam mahmudah (tempat yang terpuji), baik di dunia dan akhirat. Dan Al-Fatih adalah contohnya.
_Penulis adalah Kru Digdaya Mediatama_










