amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Digdayamedia.id- Malam ini adalah malam Rabu terakhir dibulan safar, di daerah Banten sendiri dikenal dengan istilah Rebo Kasan dan di beberapa daerah dikenal dengan istilah Rebo Wekasan sedangkan di Jogja disebut Rabu Pungkasan. Istilah-istilah itu adalah sebuah teradisi masyarakat muslim terutama di Jawa, Sunda atau didaerah lainnya.
Masyarakat muslim yang melakukan teradisi ini mempercayai bahwa hari Rabu terakhir dibulan safar ini adalah cara untuk menolak bala atau cara untu mencegah dari berbagai penyakit yang diturunkan di hari itu, mungkin itu hanya mitos saja, tapi memang dilingkungan tempat saya tinggal mempercayai tradisi tersebut karena dari turun temurun telah dilakukan.
Kami masyarakat muslim Kp. Canggoang Rt/Rw 03/04 Kel. Juhut, kab. Pandeglang, bisanya melakukan teradisi ini dengan cara bergotong royong memasak ketupat dan lauk pauk yang enak yang nantinya akan dihidangkan pada sukuran Rabu Kasan ini. Biasanya, kami melakukan syukurannya setelah sholat Maghrib, berkumpul ditempat ibadah seperti masjid atau musholla. Setrlah itu, kami berdoa bersama dan menikmati hidangan tersebut bersama-sama.
Anggi
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…