amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}

Digdayamedia.id- Menyaksikan langsung laga Indonesia versus China di stadion Gelora Bung Karno memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Terutama menyaksikan skuad Timnas U-16 di bawah asuhan pelatih Bima Sakti. Melihat mereka bertanding dengan spartan sampai peluit terakhir dibunyikan, seperti melihat pasukan semut yang tidak punya persenjataan lengkap dengan pasukan gajah yang gagah perkasa dengan peluru kendali. Negara itu siapalagi kalo bukan China.

China bukanlah Negara biasa. Mereka ungggul secara postur dan teknik. Apalagi saat ini bukan hanya sepak bola mereka yang maju, ekonominya juga sedang bersinar dikancah dunia. China dalam berbagai sisi adalah Negara superior. Seperti tak terkalahkan. Tadinya, menyaksikan pertandingan Indonesia dengan China tidak memberikan saya harapan yang banyak untuk menang. Apalagi Indonesia mampu menjebol gawangnya, seperti mustahil. Saya kira, gawang Indonesia tidak kebobolan saja kita sudah bersyukur.

Namun, ketika pluit pertandingan di mulai. Timnas Indonesia bukan hanya bisa bertahan, mereka juga mampu mengembangkan permainan. Bahkan Alexander kamuru dkk mampu menciptakan beberapa peluang untuk menjebloskan bola ke gawang lawan. Meski gol tidak sampai tercipta. Perlawanan Indonesia justru menyulitkan lini pertahanan China. Inilah visi bermain yang kita harapkan untuk timnas Indonesia di semua level. Karena semangat seperti itu, sulit kita dapatkan dari penampilan Timnas senior.

Dijenjang usia muda, sebelumnya kita kenal mereka yang seangkatan dengan Evan Dimas. Lalu si kembar bagas dan bagus. Penampilan mereka mampu menciptakan kesan decak kagum. Namun, saat mereka beranjak dewasa, daun muda itu seperti layu dengan sendirinya. Tak ada kedigdayaan yang muncul ketika mereka dewasa. Setiap harapan muncul lalu kandas tak lama. Mimpi masuk piala duniapun semakin jauh panggang dari api. Apalagi ketika menyaksikan Timnas senior dibantai dikandang sendiri oleh rival abadi Malaysia. Kita makin yakin bahwa sepak bola Indonesia jalan di tempat.

Terlepas dari mimpi piala dunia dan penampilan timnas senior yang buruk. Setelah menyaksinak Marcelino Ferdinan mampu berduel dengan pemain-pemain China, bahkan dengan lincah melewatinya. Kini saya kembali yakin, di Stadion Gelora Bung Karno ini minimal jiwa pemain timnas kita tidak inferior. Jiwa Bung Karno harus muncul dari setiap sanubari mereka. Bahwa Indonesia mampu berbicara dikancah dunia dengan segala keterbatasan yang ada. Ingat, bola itu bundar. Ketika pemain ada di lapangan tidak ada lagi status Negara besar dan kecil, apalagi Negara maju dan terbelakang. Yang tersisa untuk diyakini hanya: gelora superior.

 

Penulis, Direktur Pelaksana Spectrum Data Indonesia

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

3 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

3 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

3 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

3 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

3 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 bulan ago