amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
ASPIRASI KITA

Harlah PMII 60: Menjawab Tantangan Zaman

Momentum sakral dari tahun ke tahun menjadi sebuah adat yang kian kuat, diselenggarakan secara insyaf dan sadar oleh seluruh warga pergerakan, senada dengan istilah Ushul Fiqh ‘al-adat al-Muhakamah’ adat bisa menjadi produk hukum. Dalam konteks ini Memperingati Hari Lahir (HARLAH) organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ke-60 menjadi produk hukum tersendiri bagi kaum pergerakan. Dalam pelaksanaannya dibingkai lebih menarik, elegan serta menjawab tantangan zaman.

 

Diera dunia digital ini, warga pergerakan tidak kehilangan akal atau bahkan tergerus oleh zaman. Panduannya jelas, afsoh dan mengikuti bimbingan ulama salafuna sholih Islam Ahlussunah wal Jama’ah yakni ‘al-Muhafadzatu ala al-Qodim al-Sholih wa al-Akhdu bi al-Jadid al-Aslah’ interpretasi dari kaidah tersebut ialah merawat atau menjaga tradisi lama yang baik dan memfilter hal-hal yang baru yang lebih baik.

 

Dalam menghadapi Wabah Virus Covid-19 atau yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan virus Corona yang mana jenis wabah ini menjadi momok mengerikan bagi sebagian orang oleh karenanya kini pemerintah serta aparat lainnya memberlakukan ‘social distancing’ stay home yang mana bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi wabah virus tersebut.

 

Tepat pada hari Jum’at, 17 April 2020 semua warga pergerakan terhitung dari Anggota, Kader sampai Alumni menyelenggarakan hari lahir (PMII) yang diketahui oleh masyarakat penjuru dunia khususnya Jama’ah dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dari tahun ke tahun memperingati harlah PMII dari akar rumput yang paling bawah yakni Pengurus Rayon, Komisariat, Cabang, Koordinator Cabang sampai Pengurus Besar hingga Alumni semuanya memeriahkan acara sakral tersebut diteritorial atau tempatnya masing-masing dengan bingkai acara yang tentunya sangat menarik, kekinian dan tidak jumud (ketinggalan zaman).

 

Tentu saja, warga PMII seluruh Indonesia mendapat imbasnya atas keadaan saat ini. Mau tidak mau suka tidak suka, semuanya mengikuti arahan dan petunjuk teknis dari yang berwenang. PMII menerapkan roda organisasi dengan memakai “Top-down” yang mana semuanya terstruktur, sistematis dan masif dari level Pengurus Besar hingga Rayon semuanya mengikuti Instruksi, Koordinasi/arahan yang dianggap relevan dan diterima oleh akal sehat.

 

Walaupun demikian, dalam memperingati #HarlahPMII60 yang mana sudah menjadi adat atau kebiasaan yakni berkumpul atau sekadar membuat lingkaran untuk mengumpulkan banyak orang. Kini, harus melakukan secara online (Harlah Daring) inilah yang dimaksud menjawab tantangan zaman dan oleh karenanya tidak tergerus oleh sang waktu melainkan kita mengisi/mengambil sisi maslahat atau positifnya dari perkembangan zaman ini. Mengutip dauhnya ulama salaf yang berbunyi ‘kun bani zaman wala takun bani adam’ ikutilah perkembangan zaman dan jangan ikuti orangnya’.

 

Perlu diketahui khususnya warga pergerakan di wilayah kota serang secara serentak menyelenggarakan prosesi #HarlahPMII60 tepat ditanggal 17 April 2020 menyelenggarakan Khatmil Qur’an ‘One Only One Juz’ dan ini dilaksanakan di tiap tingkatan PMII Kota Serang dari mulai Cabang, Komisariat dan Rayon serta meramaikan pamflet ucapan untuk meramaikan seluruh dunia sosial media.

 

Taufik Hidayat

Kader PMII Kota Serang

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

1 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

1 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

1 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

1 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 bulan ago